KRAWANG-BEKASI

Posted: Desember 26, 2011 in kumpulan puisi

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

(1948)
Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957

Sumber : http://chairil-anwar.blogspot.com/

 

 

PUISI UNTUK IBU

Posted: Desember 22, 2011 in kumpulan puisi
Ibu…
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu…
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu…
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu…
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu…
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu…
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu…
hanya do’a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

Ibu…, I LOVE YOU SO MUCH
juga kepada Ayah…!!!Kembali Ke Atas

PUISI KASIH DAN SAYANG

Posted: Desember 15, 2011 in Uncategorized

Diantara hitam putih mayapa.
Diantara sinar mentari yang kian membara.
Dan diantara hiruk pikuk dunia fana.

Kau jaga diri ini dengan segala yang kau bisa.
Bisikan kasih dan sayangmu.
Begitu lepas dan menyentuh jiwaku.
Dengan segala keterbatasan yang kau miliki.

Kau tabur berjuta kasih di hatiku.
Ku tak berdaya di hadapan kasih dan sayangmu.
Ku tak mampu berpaling dari jeratan hatimu.
Ku tak kuasa meninggalkan gejolak jiwaku.
Ku tak berdaya menepis hasrat dan rasaku.

Kebebasan yang engkau berikan, mengikatku.
Budi bahasa yang kau bawa, meluluhkan kalbu.
Ketulusan yang engkau berikan, membuatku berarti.
Dan entah apalagi…..

Mungkin kau tak sadar itu.
Mungkin pula kau tak mengerti.
Berpaling darimu adalah kebodohanku.
Meninggalkanmu hanya menyiksa jiwa.

Abu Nawas dan Harimau Berjenggot

Posted: Desember 8, 2011 in cerita lucu
“Hai Abu Nawas,” seru Khalifah Harun Al-Rasyid. “Sekarang juga kamu harus dapat mempersembahkan kepadaku seekor harimau berjenggot, jika gagal, aku bunuh kau.” Kata-kata itu merupakan perintah Sultan yang diucapkan dengan penuh tegas dan kegeraman. Dari bentuk mulutnya ketika mengucapkan kalimat itu jelas betapa Sultan menaruh dendam kesumat kepada Abu Nawas yang telah berkali-kali mempermainkan dirinya dengan cara-cara yang sangat kurang ajar. Perintah itu merupakan cara Baginda untuk dapat membunuh Abu Nawas.
“Ya tuanku Syah Alam,” jawab Abu Nawas. “semua perintah paduka akan hamba laksanakan, namun untuk yang satu ini hamba mohon waktu delapan hari.
” “Baik,” kata Baginda.
Alkisah, pulanglah Abu Nawas ke rumah. Agaknya ia sudah menangkap gelagat bahwa Raja sangat marah kepadanya, dicarinya akal supaya dapat mencelakakan diriku, agar terbalas dendamnya,” pikir Abu Nawas. “jadi aku juga harus berhati-hati.
” Sesampainya di rumah dipanggilnya emapt orang tukang kayu dan disuruhnya membuat kandang macan. Hanya dalam waktu tiga hari kandang itu pun siap sudah. Kepada istrinya ia berpesan agar menjamu orang yang berjenggot yang datang kerumah. “Apabila adinda dengar kakanda mengetuk pintu kelak, suruh dia masuk kedalam kandang itu,” kata Abu Nawas sambil menunjuk kandang tersebut. Ia kemudian bergegas pergi ke Musalla dengan membawa sajadah.
“Baik,” kata istrinya.
“Hai Abu Nawas, tumben Lu shalat di sini?” bertanya Imam dan penghulu mushalla itu.
Sebenarnya saya mau menceritakan hal ini kepada orang lain, tapi kalau tidak kepada tuan penghulu kepada siapa lagi saya mengadu,” jawab Abu Nawas.
“Tadi malam saya ribut dengan istri saya, itu sebabnya saya tidak mau pulang ke rumah.” “Pucuk dicinta, ulam tiba,” pikir penghulu itu. “Kubiarkan Abu Nawas tidur disini dan aku pergi kerumah Abu Nawas menemui istrinya, sudah lama aku menaruh hati kepada perempuan cantik itu.”
“Hai Abu Nawas,” kata si penghulu, “Bolehkah aku menyelesaikan perselisihan dengan istrimu itu?”
“Silakan,” jawab Abu Nawas.”Hamba sangat berterima kasih atas kebaikan hati tuan.”
Maka pergilah penghulu ke rumah Abu Nawas dengan hati berbungan-bunga, dan dengan wajah berseri-seri diketuknya pintu rumah Abu Nawas. Begitu pintu terbuka ia langsung mengamit istri Abu Nawas dan diajak duduk bersanding.
“Hai Adinda,,,” katanya. “Apa gunanya punya suami jahat dan melarat, lagi pula Abu Nawas hidupnya tak karuan, lebih baik kamu jadi istriku, kamu dapat hidup senang dan tidak kekurangan suatu apa.”
“Baiklah kalau keinginan tuan demikian,” jawab istri Abu awas.
Tak berapa lama kemudian terdengar pintu diketuk orng, ketukan itu membuat penghulu belingsatan, “kemana aku harus bersembunyi ia bertanya kepada nyonya rumah.
“Tuan penghulu….” Jawab istri Abu Nawas, “Silahkan bersembunyi di dalam kandang itu,” ia lalu menunjuk kandang yang terletak di dalam kamar Abu Nawas.
Tanpa pikir panjang lagi penghulu itu masuk ke dalam kandang itu dan menutupnya dari dalam, sedangkan istri Abu Nawas segera membuka pintu, sambil menengok ke kiri-kanan, Abu Nawas masuk ke dalam rumah.
“Hai Adinda, apa yang ada di dalam kandang itu.?” Tanya Abu Nawas.
“Tidak ada apa-apa,” jawab Istrinya. “Apa putih-putih itu?” tanya Abu Nawas, lalu dilihatnya penghulu itu gemetar karena malu dan ketakutan.
Setelah delapan hari Abu Nawas memanggil delapan kuli untuk memikul kandang itu ke Istana. Di Bagdad orang gempar ingin melihat Harimau berjenggot. Seumur hidup, jangankan melihat, mendengar harimau berjenggot pun belum pernah. Kini Abu Nawas malah dapat seekor. Mereka terheran-heran akan kehebatan Abu Nawas. Tetapi begitu dilihat penghulu di dalam kandang, mereka tidak bisa bilang apa-apa selain mengiringi kandang itu sampai ke Istana hingga menjadi arak-arakan yang panjang. Si penghulu malu bukan main, arang di muka kemana hendak disembunyikan. Tidak lama kemudia sampailah iring-iringan itu ke dalam Istana.
“Hai Abu Nawas, apa kabar?” tanya Baginda Sultan, “Apa kamu sudah berhasil mendapatkan harimau berjenggot?”
“Dengan berkat dan doa tuanku, Alhamdulillah hamba berhasil,” jawab Abu Nawas.
Maka dibawalah kandang itu ke hadapan Baginda, ketika Baginda hendak melihat harimau tersebut, si penghulu memalingkan mukanya ke arah lain dengan muka merah padam karena malu, akan tetapi kemanapun ia menoleh, kesitu pula Baginda memelototkan matanya. Tiba-tiba Baginda menggeleng-gelengkan kepala dengan takjub, sebab menurut penglihatan beliau yang ada di dalam kandang itu adalah penghulu Musalla. Abu Nawas buru-buru menimpali, “Ya tuanku, itulah Harimau berjenggot.”
Tapi baginda tidak cepat tanggap, beliau termenung sesaat, kenapa penghulu dikatakan harimau berjenggot, tiba-tiba baginda bergoyang kekiri dan ke kanan seperti orang berdoa. “Hm, hm, hm oh penghulu…”
“Ya Tuanku Syah Alam,” kata Abu Nawas, “Perlukah hamba memberitahukan kenapa hamba dapat menangkap harimau berjenggot ini di rumah hamba sendiri ?”
“Ya, ya,” ujar Baginda sambil menoleh ke kandang itu dengan mata berapi-api. “ya aku maklum sudah.”
Bukan main murka baginda kepada penghulu itu, sebab ia yang semestinya menegakkan hukum, ia pula yang melanggarnya, ia telah berkhianat. Baginda segera memerintahkan punggawa mengeluarkan penghulu dari kandang dan diarak keliling pasar setelah sebelumnya di cukur segi empat, agar diketahui oleh seluruh rakyat betapa aibnya orang yang berkhianat.

sumber: http://www.burahol.com/2011/05/cerita-lucu-abu-nawas.html

 

HILANG

Posted: November 30, 2011 in kumpulan puisi

Rasanya….
Ada sesuatu yang hilang
Sesuatu yang sangat indah telah hilang
Hilang lenyap entah kemana

Aku sendiri tak mengerti
Mengapa ini semua terjadi
Terjadi begitu cepat
Tanpa kusadari

Dulu…..
Saat aku berjalan bersamanya
Semua terasa indah
Tapi kini….hanya kenangan manis yang tersisa

Sekian lama aku mencari
Sekian lama aku bertanya-tanya dalam cinta
Segala cara sudah aku tempuh
Tapi rasanya sia-sia belaka

Lelah rasanya….
Letih rasanya…
Semangatku telah sirna
Api yang dulu menyala
Saat ini padam

Oh kemanakah Kau…..?
Mutiaraku
Kembalilah padaku

Rasanya….
Ada sesuatu yang hilang
Sesuatu yang sangat indah telah hilang
Hilang lenyap entah kemana

Aku sendiri tak mengerti
Mengapa ini semua terjadi
Terjadi begitu cepat
Tanpa kusadari

Dulu…..
Saat aku berjalan bersamanya
Semua terasa indah
Tapi kini….hanya kenangan manis yang tersisa

Sekian lama aku mencari
Sekian lama aku bertanya-tanya dalam cinta
Segala cara sudah aku tempuh
Tapi rasanya sia-sia belaka

Lelah rasanya….
Letih rasanya…
Semangatku telah sirna
Api yang dulu menyala
Saat ini padam

Oh kemanakah Kau…..?
Mutiaraku
Kembalilah padaku

Rasanya….
Ada sesuatu yang hilang
Sesuatu yang sangat indah telah hilang
Hilang lenyap entah kemana

Aku sendiri tak mengerti
Mengapa ini semua terjadi
Terjadi begitu cepat
Tanpa kusadari

Dulu…..
Saat aku berjalan bersamanya
Semua terasa indah
Tapi kini….hanya kenangan manis yang tersisa

Sekian lama aku mencari
Sekian lama aku bertanya-tanya dalam cinta
Segala cara sudah aku tempuh
Tapi rasanya sia-sia belaka

Lelah rasanya….
Letih rasanya…
Semangatku telah sirna
Api yang dulu menyala
Saat ini padam

Oh kemanakah Kau…..?
Mutiaraku
Kembalilah padaku

Rasanya….
Ada sesuatu yang hilang
Sesuatu yang sangat indah telah hilang
Hilang lenyap entah kemana

Aku sendiri tak mengerti
Mengapa ini semua terjadi
Terjadi begitu cepat
Tanpa kusadari

Dulu…..
Saat aku berjalan bersamanya
Semua terasa indah
Tapi kini….hanya kenangan manis yang tersisa

Sekian lama aku mencari
Sekian lama aku bertanya-tanya dalam cinta
Segala cara sudah aku tempuh
Tapi rasanya sia-sia belaka

Lelah rasanya….
Letih rasanya…
Semangatku telah sirna
Api yang dulu menyala
Saat ini padam

Oh kemanakah Kau…..?
Mutiaraku
Kembalilah padaku

Rasanya….
Ada sesuatu yang hilang
Sesuatu yang sangat indah telah hilang
Hilang lenyap entah kemana

Aku sendiri tak mengerti
Mengapa ini semua terjadi
Terjadi begitu cepat
Tanpa kusadari

Dulu…..
Saat aku berjalan bersamanya
Semua terasa indah
Tapi kini….hanya kenangan manis yang tersisa

Sekian lama aku mencari
Sekian lama aku bertanya-tanya dalam cinta
Segala cara sudah aku tempuh
Tapi rasanya sia-sia belaka

Lelah rasanya….
Letih rasanya…
Semangatku telah sirna
Api yang dulu menyala
Saat ini padam

Oh kemanakah Kau…..?
Mutiaraku
Kembalilah padaku

Rasanya….
Ada sesuatu yang hilang
Sesuatu yang sangat indah telah hilang
Hilang lenyap entah kemana

Aku sendiri tak mengerti
Mengapa ini semua terjadi
Terjadi begitu cepat
Tanpa kusadari

Dulu…..
Saat aku berjalan bersamanya
Semua terasa indah
Tapi kini….hanya kenangan manis yang tersisa

Sekian lama aku mencari
Sekian lama aku bertanya-tanya dalam cinta
Segala cara sudah aku tempuh
Tapi rasanya sia-sia belaka

Lelah rasanya….
Letih rasanya…
Semangatku telah sirna
Api yang dulu menyala
Saat ini padam

Oh kemanakah Kau…..?
Mutiaraku
Kembalilah padaku

Pengarang: Cahyani

Sumber: http://www.kumpulan-puisi.com/poetry-detail.php?id=792

Biar Ku Simpan

Posted: November 23, 2011 in kumpulan puisi

Teringat dirimu lagi saat ku membuka mata ini

Tak mampu tepiskan bayangan mu di sanubari ku

Tak pernah aku sesali saat aku mulai jatuh cinta

Tak akan ku ingkari sumpah mati kan selalu ada di samping mu

Dan biarlah aku simpan perasaan ini

Menutup hati ku pada cinta yang lain

Bila akhirnya ku temukan cinta seperti mu

Mungkin ku bisa lanjutkan hidupku

 

Kumpulan Puisi Lucu

Posted: November 14, 2011 in kumpulan puisi

PUISI JATUH CINTA ANAK ACCOUNTING

Wahai Kekasihku…
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku

Wahai kekasih hatiku…
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva

Wahai mutiara kalbu ku….
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu

Wahai bidadariku….
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya
Jika di hari closing nanti, Tidak ada kecocokkan saldo
mungkin cinta kita harus dijurnal balik…

PUISI ANAK KEDOKTERAN

Hari itu, ketika tubuhku pada metabolisme nya
yang terendah…

Mataku berakomodasi tak percaya…
Benarkah yang tertangkap oleh nervi optici-ku??

Dalam sms mu…
Katamu, akulah nukleus kehidupanmu…
Katamu, jika kau flagelatta, maka akulah ATP…
Katamu, jika kau inflamasi, akulah prostaglandin…

Sadarkah kau??
Kau berhasil membuatku mengalami hipertensi
fisiologis dan tachycardi
Perintahkan membrana tympani mu mendengar
seluruh discuss vertebralis ku berkata…

“Setiap cardiac outputku membutuhkan
pacemaker darimu.
Setiap detail gerakan glossus mu merangsang
saraf simpatisku.”

“Ucapan selamat malammu laksana diazepam…
Ucapan “jangan menangis, sayang”mu bagaikan
valium bagiku…
Dan ketika kau pergi…terasa bagaikan
imunosupresi untukku…”

Apa yang terjadi padaku??

Cinta kau bilang??
Tak pernah kudengar Dorland mengucapkannya…
Di jurnal mana aku bisa memperoleh Randomised
Control Trial dengan Double Blind tentang nya??

Diagnosa aku…
Infus aku dengan cairan elektrolit “aku milikmu”…
Dan kita akan mengaktivasi seluruh sistem organ
kita bersama-sama…
Sampai brain stem death memisahkan kita

RAMADHAN ALA OPERATOR TELEPON

S-alamualaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.
Bila esok masih ada-MENTARI-maka aku inginkan katakan-HALO-kepada dunia
dan bersama dengan-FREN-ku melaksanakan sholat tarawih sebagai tanda kita memasuki bulan ramadhan,
bulan di-BEBAS-kannya kita dari gangguan syetan.
Walaupun dosa kita banyak dan-XL-karena lebih sering ke panti pijat re-FLEXI-dan ber-AXIS-cabul dengan gadis2 sexy,
tetapi inilah waktunya kita mencari-SIMPATI- dan ridho-NYA
agar kita bisa menjadi umat-NYA yang -JEMPOL-an selalu hidup -HEPI- dan -CERIA-baik di kehidupan kita sekarang di dunia ini,
terlebih kehidupan kita di akhirat kelak.

Mari kita jalankan ibadah Puasa dengan penuh ketakwaan,
jauhi sikap meng-EXPLOR-hawa-nafsu dan watak AKU (ego) agar ibadah syaum kita tidak ESIA-ESIA belaka.
Mohon maaf lahir dan bathin,
semoga kita menjadi umatnya yang selalu ber-3-ma kasih
dan bersyukur atas segala nikmat karunia-NYA dan -SMART-.

W-AS-salamu’alaykum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

PUISI ANAK IPA

Ketika perjuangan kita telah usai
Seperti perjuangan indonesia
tuk memperjuangkan demokrasi
Mungkin hanya kumpulan paragraf
yang kuucap bagi-Mu
Dimana kemiringan otak mencapai sin(alfa + beta)

Dan,ketika tubuh layak di sebut topologi ring
yang menghubungkan sistem gerak dengan saraf.
Tuhan tetap setia temani kita,
kasihNya mengalir dengan cepatnya,bagai gravitasi 10 m/s
Mungkin laju kemolaran otak sudah mulai bertumbukan.
Layaknya pertempuran sultan Hasanudin dan Arung palaka..
Selesai sudah sobat…

 

Sumber: http://www.kumpulan-puisi.com/funny-poetry.php